Daftar Usulan Terakhir
RINGKASAN Kecamatan Mranggen adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Demak, dimana terdapat 19 desa. Kecamatan Mranggen berbatasan dengan Kota Semarang, sehingga karakteristik daerahnya perpaduan desa dan kota. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di latarbelakangi karena masih rendahnya kemampuan sains anak,hal ini terjadi karena guru-guru TK masih terpaku dengan pembelajaran yang terpusat sama guru. Guru tidak mampu menyelenggarakan pembelajaran sains dengan cara mudah dan menyenangkan. Anak-anak masih banyak diberi pembelajaran dengan menggunakan lembar kerja tanpa praktek sains, sehingga anak-anak menjadi bosan dan tidak kreatif. Pengabdian ini dilaksanakan di Kecamatan Mranggen dengan melibatkan mitra IGTKI, dimana guru-guru TK diajak untuk melakukan pembelajaran sains yang menyenagkan dengan banyak melakukan praktek percobaan sains. Diharapkan dengan menggunakan percobaan sains anak-anak menjadi anak yang berpikir kritis.
Tujuan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Guru Di Kabupaten Tegal Tentang Perlindungan Hukum Bagi Guru Di Dalam Praktik Kegiatan Belajar Mengajar Berbasis Ramah Anak yang dilaksanakan di Gedung PGRI Kabupaten Tegal, Jalan Dr.Soepomo, Slawi, Tegal ialah untuk menyelesaikan permasalahan Perlunya Penyuluhan dan Pendampingan hukum Bagi Guru Anggota IGTKI-PGRI Kabupaten Tegal di dalam Dalam Praktik Kegiatan Belajar Mengajar Berbasis Ramah Anak dan Monitoring dan Evaluasi Praktik Kegiatan Belajar Mengajar Berbasis Ramah Anak pada Guru Anggota IGTKI-PGRI Kabupaten Tegal untuk dapat mengetahui tingkat keefektifannya. Dengan mencermati permasalahan mitra maka solusi yang ditawarkan adalah memberikan sebuah kegiatan Penyuluhan dan Pendampingan hukum Bagi Guru di dalam Dalam Praktik Kegiatan Belajar Mengajar Berbasis Ramah Anak pada Guru Anggota IGTKI-PGRI Kabupaten Tegal. Yang dilanjutkan dengan Monitoring dan Evaluasi Praktik Kegiatan Belajar Mengajar Berbasis Ramah Anak pada Guru Anggota IGTKI-PGRI Kabupaten Tegal untuk dapat mengetahui tingkat keefektifannya sebagai bentuk Tindak Lanjut Pengabdian. Metode pendekatan yang digunakan dalam program ini adalah ceramah dan diskusi terbimbing yang diikuti dengan monitoring dan evaluasi yang dilakukan 2 bulan kemudian untuk mengetahui tingkat efektifitasnya. Mitra dalam hal ini IGTKI-PGRI Kabupaten Tegal diharapkan dukungan maksimalnya melalui peran serta aktif mereka dalam setiap tahapan kegiatan yang diselengarakan dengan pengalaman yang diterima berupa sharing pengetahuan dan pengalaman terkait pentingnya Perlindungan Hukum Bagi Guru Di Dalam Praktik Kegiatan Belajar Mengajar Berbasis Ramah Anak untuk diterapkan oleh Guru Anggota IGTKI-PGRI Kabupaten Tegal dimana setelah dilakukan implementasi oleh para guru selanjutnya dilakukan monitoring dan evaluasi oleh tim untuk dapat mengetahui tingkat keefektifannya.
Masjid merupakan sarana ibadah bagi umat Islam dengan beragam kegiatan yang diselenggarakannya, melakukan shalat secara berjamaah, membayarkan zakat, kajian tentang ilmu seperti dakwah atau pengajian, tempat pelaksanaan akad nikah, juga meningkatkan solidaritas dan silaturahmi di antara kaum muslim mencerminkan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan dengan Yang Maha Kuasa (habluminallah) dan dengan sesama manusia (habluminannas), inilah fungsi masjid selain sebagai tempat ibadah di sepanjang hayatnya. Strategi pengelolaan masjid adalah suatu usaha optimalisasi peran dan fungsi masjid agar kehadirannya dapat dirasakan manfaatnya bagi jamaah pada khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya. Upaya-upaya tersebut tentu saja harus dilakukan secara kontinyu dengan mempertimbangnkan aspek etika dan nilai-nilai syariah yang bersifat ritual. Strategi pengelolaan masjid yang baik adalah berbasis jamaah karena akan berdampak pada peningkatan pelayanan masjid terhadap jamaahnya dan sudah barang tentu jamaahnya akan tertarik untuk berpartisipasi bersama-sama pengelola dalam memakmurkan masjid. Tetapi sebaliknya apabila pengelolaan masjid masih bersifat tardisional Harapan pengabdi pengeloaan ini dapat dipraktekkannya dengan baik, mudah, dan profesional.
Sebagai olahraga baru, dalam artian baru dikenal oleh khalayak, jelas sekali perlu sosialisasi dari seluruh pihak terkait untuk memajukan olahraga ini. Semakin banyak orang mengetahui, semakin banyak orang bertanya tentang keberadaan olahraga ini, maka akan semakin banyak bahasan-bahasan tentang olahraga ini, sehingga secara otomatis banyak yang akan peduli, dan yang paling nyata, akan semakin banyak orang melakukan atau memainkan olahraga ini. Sehingga berbagai macam bentuk sosialisasi terkait dengan dengan keberadaan olahraga ini, sangat diperlukan, terutama keberadaan olahraga pentaque di masyarakat.
Laju pertumbuhan produksi pangan nasional dalam dasa warsa terakhir rata-rata cenderung menurun sedangkan laju pertumbuhan jumlah penduduk terus meningkat yang berarti semakin meningkat ketergantungan pangan nasional pada impor merupakan bahaya laten bagi kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Selanjutnya pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menuntut tersedianya bahan pangan secara kontinyu. Sementara itu limbah industri tahu berpotensi menjadi pencemar lingkungan ketika tidak dilakukan pengolahan secara maksimal, sehingga perlu perlakuan yang tepat untuk meminimalkan terjadinya pencemaran. Ikan lele merupakan jenis makanan sehat yang rendah lemak jenuh, tinggi protein, dan merupakan sumber penting asam lemak omega 3. Bahan pangan ini sangat bermanfaat untuk kesehatan, terutama untuk mencegah penyakit jantung dan membantu perkembangan otak mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Namun demikian, produksi ikan lele hingga saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan pasar karena rata-rata produksi ikan nasional masih rendah, baik secara kuantitas maupun kualitas. Ikan lele yang berkualitas adalah ikan yang sehat yang dapat memberi manfaat bagi kesehatan tubuh. Hal tersebut menuntut para petani ikan untuk selalu berinovasi dalam hal budidaya ikan, sehingga hasil panen dapat bersaing dan diterima oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan teknologi tepat guna untuk menghasilkan produk sulpemen pakan yang kaya β-Glukan berbasis limbah. Produksi β-Glukan berfungsi sebagai imunostimulant memenuhi kriteria sederhana, tidak rumit, biaya rendah, ramah lingkungan, dan dapat diterima serta diterapkan oleh petani untuk meningkatkan produksi dan kualitas ikan. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian pengembangan atau R & D (research and development) untuk mengembangkan “Suplemen Pakan” berbasis limbah. Penelitian direncanakan selama dua tahun. Tahun pertama dibagi dalam lima tahap, yaitu tahap (1) studi pendahuluan, (2) merancang prosedur yang akan dilakukan, (3) pembuatan formulasi “Suplemen Pakan” (4) analisis laboratorium, dan (5) perbaikan formulasi “Suplemen Pakan” untuk produksi β-Glukan. Sedangkan tahun kedua dibagi menjadi empat tahap, yaitu tahap (6) uji coba formulasi suplemen pakan pada ikan lele secara laboratorium, tahap (7) perbaikan formulasi “Suplemen Pakan”untuk produksi β-Glukan, tahap (8) uji coba lapangan dengan skala besar, dan (9) analisis ekonomi budidaya ikan lele dengan “Suplemen Pakan Kaya β-Glukan” berbasis limbah. Teknologi tepat guna yang dihasilkan berupa produk “Suplemen Pakan” yang mengandung β-Glukan yang optimal, diharapkan dapat membantu para petani ikan dalam memproduksi ikan lele dengan jumlah dan kualitas tinggi. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan pada penelitian hibah disertasi doktor yang mengangkat permasalahan limbah dan pemanfaatannya, serta peran mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae sebagai fungsi bioremediasi.
Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) kali ini mengambil lokasi di Kabupaten Semarang, tepatnya di SMA N 1 Ambarawa, sebagai sekretariat MGMP TIK Kabupaten Ambarawa. Alasan pemilihan mitra adalah permintaan khusus dari sekretariat MGMP TIK Kabupaten Ambawara untuk diselenggarakannya pelatihan berbasis kompetensi dengan pola 32 jam tatap muka dan penugasan. PKM kali ini mengambil tema pelatihan dan simulasi paperless exam dengan jaringan dan tanpa jaringan, mengingat visi dan misi pemerintah saat ini, melalui dinas pendidikan dan kebudayaan adalah men-digitalisasi sekolah baik proses pelayanan dan pembelajaran yang berlangsung disana.Diharapkan melalui pelatihan ini, akan muncul pemahaman dan paradigma baru mengenai pendidikan di era milenial, demi menyongsong era pembaharuan 4.0, dimana teori dan modelpembelajaran berbasis teknologi informasi terus bermunculan, dan guru-guru kita harus sigap menghadapi tantangan yang akan dihadapinya kedepan. Melalui kegiatan ini pula, peran serta perguruan tinggi ditengah-tengah masyarakat akan dapat dirasakan kebermanfaatannya secara langsung. Pelatihan dilakukan dengan metode: ceramah, tanya jawab, demonstrasi, latihan, dan praktik. Materi pelatihan disajikan dengan lebih banyak praktik daripada teori, dengan perbandingan 30 % teori dan 70 % praktik.Tempat pelatihan dilakukan secara bersama-sama di laboraorium komputer sekolah yang sudah bermitra dengan tim pengabdian Universitas PGRI Semarang. Evaluasi kegiatan dilakukan selama proses pelatihan berlangsung, baik pada saat penyajian materi teori maupun pada saat praktek. Evaluasi pada tahap teori dilakukan dengan model tanya jawab dengan peserta pelatihan. Kriteria keberhasilan pelatihan adalah 1) 80% peserta yang terlibat dalam pelatihan dapat mengembangkan keahlian dalam peningkatan mutu pengajaran berbasis teknologi informasi, 2) 80% peserta yang terlibat dalam pelatihan memperoleh keahlian teknik dan mampu mempraktekannya dalam pengajaran dengan metode simulasi antar peserta.
Di bidang jurnalistik dan percetakan, aplikasi perangkat lunak Microsoft Word, Corel Draw dan Adobe Photoshop CS yang diciptakan untuk menyelesaikan pekerjaan cetak mencetak merupakan sarana yang memungkinkan media cetak dan semua barang-barang cetakan dapat terbit secara cepat dan cermat. Di bidang manajemen dan perkantoran, aplikasi perangkat lunak Microsoft Word, Corel Draw, dan Adobe Photoshop CS yang diciptakan untuk menyelesaikan pekerjaan kantor, sehingga aplikasinya dapat dimanfaatkan untuk menggambar kegiatan desain grafis yang diperlukan. Di bidang pendidikan, aplikasi perangkat lunak Microsoft Word, Corel Draw, dan Adobe Photoshop CS selain dapat digunakan untuk penggarapan desain grafis pendidikan dan aplikasinya juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar sendiri. Maka pada era sekarang. Pembuatan aplikasi perangkat lunak atau software leaflet terutama menggunakan program Microsoft Word, Corel Draw, dan Adobe Photoshop CS telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, karena program perangkat lunak untuk membuat leaflet mempunyai kelebihan mudah untuk dikembangkan menjadi aplikasi. Atas dasar penalaran itu, yang berperan dalam pembentukan keterampilan mengoperasikan aplikasi perangkat lunak leaflet digital ialah (1) penguasaan teori yang diperoleh dari buku aplikasi perangkat lunak leaflet digital, dan (2) pemahaman petunjuk operasional berbahasa Inggris yang ada di dalam aplikasi perangkat lunak leaflet digital. Persoalannya ialah adakah perbedaan secara signifikan kedua variabel dalam memahami petunjuk operasional dan kemampuan mengoperasikan aplikasi perangkat lunak leaflet digital belum diketahui dengan pasti. Begitu pula signifikan tidaknya itu juga masih belum diketahui. Itulah sebabnya keduan variabel itu diteliti. Di Universitas PGRI Semarang, buku aplikasi perangkat lunak leaflet digital berbahasa Indonesia yang digunakan sebagai pegangan dosen dan mahasiswa dalam proses belajar mengajar sudah ada. Karena buku itu, berbahasa Indonesia diasumsikan mahasiswa mampu memahami teori yang disajikan di dalam buku itu, lebih-lebih buku itu juga diwajibkan oleh dosen mereka. Yang menjadi persoalan ialah apakah mahasiswa mampu memahami petunjuk operasional berbahasa Inggris yang ada di dalam aplikasi perangkat lunak leaflet digital dan setelah tatap muka/berpraktek bersama dengan dosennya dikampus. Itulah sebabnya kedua hal tersebut terakhir itu dipilih sebagai variabel yang diteliti.
Tujuan dari penelitian ini adalah merancang EA, khususnya di Koperasi Tekad dengan menggunakan framework TOGAF. Dengan kata lain, arsitektur ini dibuat dengan menekankan keterkaitan antara TI dengan bisnis. EA model yang dimaksudkan untuk memaksimalkan keselarasan bisnis dengan TI dalam semua situasi, tetapi tergantung pada sifat bisnis dan kapasitas dalam bisnis serta manajemen TI dalam koperasi.
dengan harga yang relatif lebih murah daripada daging kambing dan sapi yang sama-sama merupakan protein hewani asal ternak. Hal ini dibuktikan dari jumlah produksi ayam di Indonesia yang meningkat setiap tahunnya. Daging ayam menjadi primadona untuk konsumsi masyarakat dikarenakan harganya yang relatif murah dibandingkan daging sapi dan kambing. Alasan tersebut dapat digunakan untuk memacu peningkatan usaha peternakan ayam yang bertujuan memberikan protein hewani yang terjangkau oleh masyarakat sehingga konsumsi daging Indonesia dapat meningkat. Variabel dependen terdiri dari lemak daging, protein daging, kalsium daging, kolesterol daging, zat besi daging dan kadar air daging. Variabel kendalinya adalah manajemen kesehatan, jenis ayam, dan pemeliharaan. Proposal penelitian ini diharapkan, mengetahui kualitas daging ayam pada beberapa jenis ayam yang sering dikonsumsi masyarakat untuk menghasilkan sumber pangan hewani yang sehat untuk dikonsumsi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Materi penelitian terdiri 4 perlakuan dengan 4 ulang. Ayam yang digunakan adalah ayam yang biasanya dikonsumsi masyarakat dengan menggunakan sampel ayam broiler umur 5 minggu, ayam jowo super umur 8 minggu, ayam kampung umur 24 minggu dan ayam merah 96 minggu. Setiap jenis ayam diambil 4 ekor ayam sebagai ulangan sehingga jumlah total sampel penelitian semuanya 16 ekor ayam. Perlakuan penelitian ini terdiri dari P0 : Ayam broiler, P1 : Ayam jowo super, P2 : Ayam kampung, P3 : Ayam merah. Analisis data mencakup homogenitas sampel penelitian. Analisis akhir dengan ANOVA dengan taraf signifikansi 5%, bila ada pengaruh dilanjutkan dengan uji Duncan.
Desa Tegaron merupakan satuan wilayah pemerintahan yang berada di Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Desa Tegaron berdasarkan Struktur Pemerintahannya merupakan Desa yang dipimpin seorang Kepala Desa. Desa Tegaron terdiri dari 10 Dusun dan 38 RT. Perbatasan Desa Tegaron dengan desa lainnya adalah sebagai berikut; Sebelah Utara : Kel. Rowoboni, Sebelah Timur : Kel. Kebumen, Sebelah Selatan : Kel. Sepakung, Sebelah Barat : Desa Kebon Dowo. Pengembangkan inovasi dan teknologi untuk mendukung kegiatan digital masyarakat saat ini. Dengan adanya solar cell portabel untuk mendukung infrastruktur di sekitar jalan menuju ke Dusun Karang Bawang, diharapkan masyarakat dapat menikmati penerangan jalan dengan tenaga surya atau matahari. Solar cell portabel merupakan perangkat hardware yang digunakan sebagai penerangan jalan menuju jalur desa yang sangat vital. Hal ini sangat bermanfaat bagi pengguna jalan dan kendaraan yang melewati akses menuju jalan ke Dusun Karang Bawang. Target luaran pengusul dalam membangun infrastruktur berupa penerangan jalan dengan memanfaatkan sinar matahari. Penyediaan penerangan jalan pada 38 titik menuju akses Dusun Karang Bawang.
Login Dosen / Reviewer / Administrator

Keterangan :

  1. Untuk Dosen, Gunakan KODE DOSEN sebagai Username
  2. Untuk Reviewer, Gunakan KODE REVIEWER sebagai Username
  3. Jika sandi lupa, silahkan hubungi Administrator
Download File
File ini merupakan file bantuan bagi peneliti untuk menyusun penelitian denngan baik dan benar.
Download File
File ini merupakan file bantuan bagi peneliti untuk menyusun penelitian denngan baik dan benar.
Download File