Daftar Usulan Terakhir
Assasment Kinerja adalah alat bantu penilaian yang merupakan pencapaian yang akan diperoleh mahasiswa setelah memahami berbagai keterampilan yang dipelajari dan dilatihkan. Penilaian tersebut dapat memperhatikan aspek proses atau prosedur yang dilakukan dan atau aspek produk yang dihasilkan serta sikap yang muncul bersamaan dengan keterampilan untuk melakukan atau menghasilkan sesuatu. Penilaian kinerja dapat menggunakan tes tertulis, tes lisan, tes identifikasi, tes praktikum, daftar centang atau skala penilaian, laporan, atau portofolio. Asesmen kinerja tidak menggunakan kunci jawaban dalam menentukan skor, melainkan menggunakan pedoman penskoran berupa rubrik. Untuk menjamin reliabilitas, keadilan dan kebenaran penilaian maka perlu dikembangkan kriteria atau rubrik untuk pedoman menilai kinerja. Rubrik dapat disusun bersama dengan mahasiswa, sehingga jelas dasar yang dipakai untuk menilai.
Kampung Tematik merupakan salah satu inovasi Pemerintah Kota Semarang untuk mengatasi permasalahan pemenuhan kebutuhan dasar utamanya pada peningkatan kualitas lingkungan rumah tinggal warga miskin dan prasarana dasar permukiman. Kampung Tematik merupakan titik sasaran dari sebagian wilayah Kelurahan yang dilakukan perbaikan dengan memperhatikan: 1. mengubah lokasi kumuh menjadi tidak kumuh / peningkatan / perbaikan kondisi lingkungan, 2. peningkatan penghijauan wilayah yang intensif, 3. pelibatan partisipasi masyarakat secara aktif , 4. mengangkat potensi sosial dan ekonomi masyarakat setempat ( pemberdayaan). Pelibatan partisipasi masyarakat beserta lembaga–lembaga yang ada bertujuan untuk membangun trademark / karakteristik lingkungan melalui peningkatan / pengembangan potensi–potensi lokal yang dimiliki di wilayah tersebut. Dalam mendukung kegiatan ini, di Kecamatan Semarang Timur terdapat 3 kawasan kampung tematik. Adanya dinding-dinding kosong serta kebutuhan media informasi dan lomunikasi/promosi kampung tematik dengan para pengunjungnya menjadikan perlunya lomba melukis mural di dinding-dinding yang ada. Terkait dengan ini diperlukan persiapan, biaya, tim penilai (juri) dan lain-lain, sehingga dapat diperoleh hasil lukisan dinsing (mural) yang baik dan indah serta sesaui dengan tematik masing-masing kampung. Terkait dengan kebutuhan dan permasalahan ini, maka tim pengabdian UPGRIS akan berpartisipasti dalam mendukung penuh kegiatan tersebut. Dengan adanya kegiatan Pengabdian Masyarakat selain terjadi kerjasama antara Universitas PGRI Semarang dengan Kecamatan Semarang timur, diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat setempat akan dapat lebih menghargai keindaahan dan penataan lingkungan, sehingga dari aspek keberlanjutan dan pemeliharaan lingkungan permukiman dapat lebih terjamin.
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pelaksanaan lesson study for learning community (LSLC) di FMIPATI Universitas PGRI Semarang. Penelitian dilakukan melalui analisis kegiatan pembelajaran berbasis lesson study berorientasi learning community yang mengacu pada tiga tahapan lesson study yaitu plan, do dan see yang dikemas dalam learning community dengan melibatkan berbagai macam pihak dalam pelaksanaan ketiga tahapan tersebut terutama sebagai observer. Hasil penelitian dianalisis dengan menghitung prosentase keterlaksanaan setiap tahapan lesson study melalui lembar monitoring dan diuraikan secara deskriptif proses pelaksanaan dari setiap tahapan plan, do dan see. Penelitian menunjukkan keterlaksanaan plan di program studi Pendidikan Matematika sebesar 78%, do sebesar 79% dan see sebesar 75%. Pada Program Studi Pendidikan Biologi kegiatan plan terlaksana sebesar 97%, do sebesar 90% dan see sebesar 91%. Pada Program Studi Pendidikan Fisika kegiatan plan terlaksana sebesar 93%, do sebesar 86% dan see sebesar 85%. Sedangkan pada Program Studi Pendidikan TI, kegiatan plan terlaksana sebesar 80%, do sebesar 86% dan see sebesar 69%. Disamping itu, melalui kegiatan LSLC ini, telah muncul adanya komunitas belajar yang terwadahi oleh masing-masing Program Studi. Untuk itu, perlu dikembangkan lebih lanjut kegiatan LSLC ini diberbagai Program Studi dan Fakultas, sehingga terbentuk komunitas belajar yang baik dan menyeluruhdi Universitas
RINGKASAN Tujuan dari pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah: (1) memberi bekal pengetahuan dan teori tentang Sport Injury bagi MGMP SMK Penjasorkes se-Kabupaten Semarang 2018.(2) meningkatkan keterampilan Sport Injury (3) memberikan keterampilan dan peluang bagi guru penjasorkes untuk membuka usaha Sport massage. Kegitan pemberdayaan bagi MGMP SMK Penjasorkes se-Kabupaten Semarang dalam Sport Injuri yang diikuti sejumlah 50 Guru Penjasorkes , yang akan dilaksanakanpada bulan juli dan Agustus 2018. Metode yang ditempuh adalah demonstrasi, tanya jawab, problem solving, dan praktek langsung proses massage. Hasilnya kegiatan adalah sebagai berikut: (1) Guru MGMP SMK Penjasorkes se-Kabupaten Semarang menyadari bahwa pentingnya memahami dan menguasai keterampilan Sport Injury pada saat menangani siswa saat mengajar maupun saat ada ivent keolahragaan tingkat daerah, (2) Guru MGMP SMK Penjasorkes se-Kabupaten Semarang merasa senang dan puas dalam kegiatan yang diamana dapat mengupdate pengetahuan baru tentang perkembangan massage khususnya sport injury, (3) Guru MGMP SMK Penjasorkes se-Kabupaten Semarang dapat memanfaatkan peluang di luar kewajiban sebagai guru yang mengajar di sekolah namun bisa membuka peluang sebagai seorang mesure baik membuka di rumah atau klinik dan Club olaharaga. Sebagai saran untuk Guru MGMP SMK Penjasorkes se-Kabupaten Semarang dalam kegiatan pelatihan sport injury ini : (1) kegiatan sport injury ini bisa dilakukan kepada masyarakat yang ada disekitar lingkungan guru mengajar, (2) menjadikan potensi pengembangan berbasis sport entrepreneur dalam keterampilan guru Guru MGMP SMK Penjasorkes se-Kabupaten Semarang. Kata Kunci : MGMP SMK Penjasorkes, sport injury
Usaha Mikro Kecil dan Menengah mempunyai peranan yang cukup besar bagi kesejahteraan masyarakat. Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja cukup besar dan memberi peluang bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing dengan perusahaan yang lebih cenderung menggunakan modal besar (capital intensive). Tujuan kegiatan ini adalah memperbaiki aspek manajemen pemasaran yang berdampak pada peningkatan penjualan. Objek kegiatan ini adalah Kelompok Usaha Makanan Ringan di Kelurahan Blimbing Kecamatan Boja. Permasalahan utama mitra adalah mitra tidak terlalu fokus pada pengelolaan pemasaran lebih mengandalkan system pemasaran yang masih konvensional seperti system pemesanan barang, penitipan pada toko terdekat, serta penjualan di toko sendiri yang posisinya tidak terlalu strategis sehingga menyebabkan penjualan produk yang stagnan. Solusi yang diusulkan adalah menerapkan manajemen dan teknik pemasaran produk mitra dengan menggunakan media internet (online). Berdasarkan hasil kegiatan diperoleh: 1) terdapat peningkatan pemahaman pentingnya teknologi terhadap usaha; 2) meningkatnya kemampuan dalam pengelolaan teknologi internet; 3) peningkatan dalam penyerapan pasar; 4) Peningkatan kemampuan komunikasi bagi mitra dalam mengelola website dan Social Media Marketing, yaitu kemampuan mitra mengkomunikasikan produk dan merk produk sehingga memiliki daftar pelanggan tetap pada website yang berpotensi melakukan pembelian produk secara berkelanjutan.
Pembelajaran Matematika tidak cukup hanya memberikan informasi yang bersifat hafalan saja namun perlu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa atau higher order thinking skills (HOTS). Penelitian ini mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa sekolah dasar pada mata pelajaran Matematika sekolah dasar di Kota Semarang. Tujuannya untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah secara kualitatif berdasarkan data kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V dari empat SD pilot project kurikulum 2013 di Kota Semarang yang berjumlah 106 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan rumus deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Matematika di SD Kota Semarang terdiri atas kategori sangat kritis 42,2%; kritis 44,3%; cukup kritis 10,3%; dan kurang kritis 3%. Hasil analisis kemampuan berpikir kreatif menunjukkan hasil 8% sangat kreatif; 12% kreatif; 8% kurang kreatif; 3% tidak kreatif; dan 69% sangat tidak kreatif; sedangkan hasil analisis kemampuan pemecahan masalah terdiri atas kategori sangat tinggi 40%; tinggi 41%; sedang 18%; dan rendah 1%. Simpulan berdasarkan hasil penelitian yaitu mayoritas siswa menunjukkan kemampuan berpikir kritis sebesar 86%. Hasil analisis kemampuan berpikir kreatif yaitu mayoritas siswa berada pada kategori sangat tidak kritis sebesar 69%, sedangkan hasil kemampuan pemecahan masalah menunjukkan siswa sudah mampu menyelesaikan permasalahan Matematika sebesar 81%. Berdasarkan simpulan tersebut, saran bagi guru, satuan pendidikan, dan dinas pendidikan agar mengembangkan soal yang berorientasi HOTS dan menerapkan pada siswa sekolah dasar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanolik kulit petai (P. speciosa) pada R. norvegicus yang terpapar minyak jelantah dengan indikator seperti kadar SGPT dan SGOT hepar. Penelitian ini dimulai dengan melakukan ekstraksi kulit petai dengan pelarut etanol untuk kemudian digunakan sebagai sumber antioksidan dalam melawan paparan radikal bebas akibat minyak jelantah secara in vivo. Hewan coba R. norvegicus dibagi menjadi 4 kelompok, dengan model Control Group Post Test Design. Kelompok I tanpa perlakuan, Kelompok II dengan perlakuan minyak jelantah (1 mL minyak jelantah 118 mek/kg) dan ekstrak etanolik kulit petai dosis 100 mg/L, Kelompok III dengan 1 mL minyak jelantah 118 mek/kg dan ekstrak etanolik kulit petai dosis 200 mg/L, serta Kelompok IV sebagai kontrol positif yang diberi 1 mL minyak jelantah 118 mek/kg. Masing- masing kelompok diambil serum darahnya untuk analisis SGPT dan SGOT serta diambil heparnya untuk dianalisis SGOT dan SGPT. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan publikasi dalam jurnal nasional berISSN dan prosiding seminar beriSBN. Penelitian ini untuk membuktikan kelayakan ekstrak etanolik kulit petai sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan organ hepar akibat paparan minyak jelantah secara in vivo melalui analisis indikator adanya kerusakan organ tersebut, yaitu kadar SGPT dan SGOT dalam serum dan hepar.
Pengabdian masyarakat ini bertujuan membantu karyawan memiliki kemampuan kecerdasan adversitas di tempat kerja yang bisa menunjang kinerjanya secara produktif dan menunjang organisasi secara optimal. Sehingga karyawan organisasI KJKS Binama Ngaliyan mampu mengelola perilaku kerja dan daya lenting (adversity quotient/AQ) dalam meningkatkan efektivitas organisasi dan efektivitas kerja karyawan di dalamnya. Pengabdian pada masyarakat ini menggunakan dengan masyarakat sasaran sejumlah 12 karyawan KJKS Binama Ngaliyan . Materi iptek bagi masyarakat ini yaitu Pelatihan Adversity Quotient pada para karyawan yaitu:Vissioning (integrasi pada visi organisasi), Self-awareness (kesadaran diri), Pengembangan dan Penerapan AQ yang diakronimkan LEAD (listened, explored, analized, dan do), serta Implementasi Adversity Quotient (AQ) dengan pekerjaannya dalam rangka untuk menguatkan pelayanan prima dan produktivitas. Materi disampaikan menggunakan 2 manajemen kelas, yaitu inhouse dan outdoor. Kesimpulannya, Pelatihan adversity quotient pada para karyawan KJKS Binama Ngaliyan sangat tepat diterapkan sebagai salah satu upaya membentuk perilaku bekerja efektif dan memunculkan perilaku bekerja yang efektif. Metode inhouse dan outdoor menjadi metode yang tepat untuk memberi informasi, memotivasi dan dan menguatkan excellent service dengan peningkatan adversity quotient sebagai luaran.
Mata Kuliah Interaksi Manusia dan Komputer salah satunya mempelajari Prototyping Tool untuk Adophotoshop yang biasanya diterapkan untuk bidang desain grafis. materi tersebut terdiri dari teori dan praktek. Masalahnya ialah bagaimana yang lebih efektif metode pembelajaran komputer desain grafis photoshop , yaitu di antara pembelajaran komputer desain grafis photoshop dengan lokakarya model koopertif tipe Jigsaw dan tipe Investigasi Kelompok. Untuk memecahkan masalah itu dilakukan penelitian quasi eksperimen di Universitas PGRI Semarang, khususnya mahasiswa jurusan S1 Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas PMIPATI semester 6 yang sedang menempuh mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer. Untuk penelitias ini dilakukan dua kelas, yang satu diajarkan dengan lokakarya kooperatif tipe Jigsaw dan tipe Investigasi Kelompok. data hasil penelitan ini berupa angka yakni kuantitatif nilai hasil ptrestasi belajar memperoduksi Greeting Card Cover dengan menggunakan hasil uij T tes, sehingga uji T tes dapat menentukan tipe lokakarya kooperatif yang lebih efektif untuk pembelajaran komputer desain grafis photoshop, diantara tipe Jigsaw dan tipe Investigasi Kelompok.
Tenis meja merupakan salah satu olahraga yang berada di lingkungan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan keberadaan lapangan tenis meja yang berada di lingkungan rumahan atau pemukiman warga. Tenis meja merupakan cabang olahraga yang bisa disebut memasyarakat. Saat dalam kondisi santai Bersama keluarga atau tetangga, tenis meja biasa dimainkan sebagai sarana hiburan atau mengisi waktu Bersama. Sudah banyak bentuk-bentuk latihan memaksimalkan pukulan forehand, yaitu diantaranya dengan latihan menggunakan bed besi. Dengan menggunakan bed besi atlet akan dilatih pukulan shadow (memukul tanpa kena bola) dan hal tersebut dilakukan secara terus menerus. Namun terdapat kelemahan dalam latihan tersebut, jika stlet sudah mulai lelha dengan berat bed yang sampai 1kg otomatis sudut pukulan tidak lagi konstan. Selain itu terdapat pula bentuk latihan dengan multiball, yaitu atlet terus menerus menerima bola yang datang dengan tempo dan repetisi yang sudah di atur oleh pelatih dan atlet menerima dengan pukulan forehand, namun latihan ini terdapat kelemahan yaitu dengan apabila atlet3 sudah mulai lelah, penerimaan bola akan kacau, penempatan bola pada sisi tengah bed akan kacau, dan sudut pukulan forehand akan menjadi kacau pula. Sampai saat ini belum terdapat pengembangan media latihan yang difokuskan untuk melatih teknik pukulan forehand dalam tenis meja. Yang ada saat ini hanya ada pada bentuk program latihan, belum ke pengembangan alat. Dengan berbagai permasalahan di atas, peneliti akan mengembangkan sebuah alat yang diharapkan mampu meningkatkan pukulan forehand dengan alat yang berfokus pada penerimaan sisi bed dan sudut pukulan forehand yang konstan.
Login Dosen / Reviewer / Administrator

Keterangan :

  1. Untuk Dosen, Gunakan KODE DOSEN sebagai Username
  2. Untuk Reviewer, Gunakan KODE REVIEWER sebagai Username
  3. Jika sandi lupa, silahkan hubungi Administrator
Download File
File ini merupakan file bantuan bagi peneliti untuk menyusun penelitian denngan baik dan benar.
Download File
File ini merupakan file bantuan bagi peneliti untuk menyusun penelitian denngan baik dan benar.
Download File