Daftar Usulan Terakhir
Energi terbarukan secara umum dapat didefinisikan sebagai energi yang didapat dari sumber yang alami yang ada disekitar manusia dan dapat kita peroleh secara gratis. Sebagai salah satu sumber energi yang bersifat terbarukan, sinar matahari atau energi surya ini dinilai tepat untuk menjadi salah satu sumber energi listrik alternatif yang dapat digunakan. Energi surya merupakan suatu energi yang bersih, terbarukan, serta tersedia dalam jangka waktu yang lama. Sumber energi surya ini juga merupakan energi terbarukan yang paling umum dimanfaatkan saat ini dan energi surya ini dapat dikonversi menjadi energi listrik. Divais elektronik yang digunakan untuk mengubah energi yang dihasilkan dari cahaya matahari menjadi energi listrik adalah panel surya. Panel surya adalah komponen semikonduktor yang dapat mengkonversi energi surya menjadi energi listrik. Namun, karena tingkat penyinaran energi surya yang berbeda-beda pada setiap harinya menyebabkan daya keluaran dari panel surya bervariasi dan tidak maksimal, maka dari itu diperlukannya model yang menyerupai karakteristik sel surya sebenarnya, sehingga kita dapat melakukan percobaan sederhana dari beberapa data untuk mencari tahu bagaimana untuk mendapatkan performa semaksimal mungkin dan mempertahankannya. Panel surya memiliki karakteristik yang non-linear, hal ini membuat kita sulit untuk mendapatkan titik maksimum dari panel surya tersebut, sehingga untuk menyelesaikan masalah tersebut diperlukan pemodelan dari panel surya untuk mendesain dan mensimulasikan algoritma Maximum Power Point Tracking (MPPT) untuk menjaga titik kerja panel surya tetap pada titik MPP. Pada titik tersebut panel surya berada pada keadaan optimal, baik dari tegangan dan arus yang dihasilkan. Ketika tegangan dan arus yang dihasilkan maksimal maka akan mendapatkan keluaran daya yang maksimal. Daya yang dihasilkan oleh panel surya dipengaruhi faktor suhu dan intensitas cahaya. Namun panel surya memiliki kekurangan dalam hal efisiensi yang rendah. Secara umum terdapat titik yang unik pada kurva V-I maupun V-P, yang dinamakan Maximum Power Point (MPP), dimana pada titik tersebut panel surya bekerja pada efisiensi maksimum dan menghasilkan daya keluaran yang paling besar. Letak dari MPP tidak diketahui tetapi dapat dicari menggunakan perhitungan atau algoritma penjejak. Oleh karena itu algoritma Maximum Power Point Tracking (MPPT) dibutuhkan untuk menjaga titik kerja panel surya agar berada pada titik MPP.
Desa Mororejo memiliki 5 Pos PAUD, 4 TK, 5 SD/MI, 1 SMP dan 1 SMA. Dari jumlah anak usia dini yang terdapat di Mororejo terdapat permasalahan jumlah persebaran anak dengan jumlah Pos PAUD yang belum optimal, begitu pula untuk Sekolah Dasar (SD). Rendahnya kesadaran warga akan pentingnya pendidikan di Desa Mororejo mengakibatkan perkembangan kognitif dan psikomotorik anak yang lambat. Analisis situasi yang diuraikan diatas, maka dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan mitra antara lain: 1) Kurangnya kreatifitas kader pos PAUD untuk menciptakan alat-alat peraga edukatif yang kreatif dan inovatif, 2) Kurangnya Alat peraga edukatif untuk anak-anak yang mudah dan murah serta terjangkau bagi masyarakat. Dari masalah yang dialami mitra maka solusidan hasilnya antara lain: 1) Sosialisasi tentang Alat Peraga Edukatif Bagi Kader Pos PAUD, 2) Pelatihan pembuatan Alat Peraga Edukatif (APE). Pelatihan tersebut antara lain berupa: Pelatihan Alat Peraga Edukatif (APE). Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Edukatif (APE) dari barang bekas dapat dikembangkan oleh para peserta sebagai salah satu media pembelajaran yang inovatif
RINGKASAN Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah: (1) memberi bekal pengetahuan dan teori tentang massage bagi Guru SMP Teuku Umar di Kota Semarang, (2) membekali keterampilan massage untuk pencegahan, kesehatan, dan penyembuhan pada Guru SMP Teuku Umar di Kota Semarang, dan (3) memberikan peluang kerja baru bagi warga di Kota Semarang. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di SMP Teuku Umar Kota Semarang pada tanggal 20 April tahun 2017. Jumlah peserta kegiatan pelatihan sebanyak 30 orang. Metode yang ditempuh adalah demonstrasi, tanya jawab, problem solving, dan praktek langsung proses massage. Hasilnya kegiatan adalah sebagai berikut: (1) peserta termotivasi dan menyadari pentingnya massage, (2) peserta merasa puas terhadap hasil pelatihan dan berharap diadakan pelatihan pada tahapan yang lebih luas lagi tentang pengetahuan massage. Sebagai saran selama kegiatan pelatihan, di antaranya: (1) waktu kegiatan perlu ditambah sehingga peserta dapat lebih banyak berlatih dan mendalami materi yang diberikan dan (2) materi pelatihan ditingkatkan pada tahap sport massage dan tidak terbatas pada beberapa peserta saja.
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme calon guru sekaligus merupakan perwujudan Program Strategis Universitas PGRI Semarang. Secara khusus program ini dijabarkan dalam penelitian reguler pada penguatan kesiapan mengajar, pengetahuan konten, pedagogi, dan teknologi dalam kompetensi profesional calon guru matematika yang ditinjau dari tes kecerdasan matematis logis dan angjet TPCAK. Secara khusus usulan proposal ini bertujuan untuk menyelidiki dan mendeskripsikan hubungan sebab akibat tinggi atau rendahnya kualitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh mahasiswa Pendidikan matematika. Objek penelitian ini berupa kualitas: 1) Capaian Pembelajaran, 2) Pendekatan dan Model pembelajaran, 3) Jabaran kegiatan pembelajaran, 4) media, dan 5) alat penilaian. Dengan menyederhanakan, mereduksi, dan mengelompokkan data maka hubungan sebab akibat dari tinggi rendahnya kualitas RPP bisa digeneralisasi. Keabsahan penarikan kesimpulan didasarkan pada triangulasi kesesuiaan antara RPP yang dibuat oleh mahasiswa, hasil tes, dan wawancara terhadap persepsi mahasiswa.
Berdasarkan uraian di atas, maka melalui progam Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang serta untuk meningkatkan kualitas Progam Studi Pendidikan Teknologi Informasi sebagai salah satu institusi yang benar-benar memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajarannya dan dalam rangka meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan keterampilan kerja, kami mengusulkan untuk melaksanakan pengabdian dengan tema “Pelatihan Komputer dan Aplikasi pada Kelompok Posdaya Bumi Ngombak Jaya Kedungjati Grobogan”.
Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu penggunaan bahasa Indonesia mahasiswa FPBS Universitas PGRI Semarang pada media sosial Instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dimana penelitian ini mendeskripsikan problematika kebahasaan yang dialami oleh mahasiswa FPBS dalam menulis status di media sosial Instagram. Hasilnya menunjukkan bahwa banyak sekali ragam bahasa yang digunakan oleh mahasiswa dalam menuangkan curahan perasaannya di media sosial, dan hal yang paling menyolok adalah penggunaan bahasa Indonesia non baku yang sepertinya sudah menjadi kebiasaan mereka. Dari hasil kuesioner ditemui beberapa faktor yang membuat mereka lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia non baku. Mulai dari ketidaktahuan struktur bahasa, sampai pada alasan lebih akrab dam simple menggunakan bahasa non baku.
Produk baked goods merupakan jenis produk pangan yang dihasilkan melalui pengolahan dengan menggunakan proses pemanggangan. Salah satu contoh produk baked goods seperti cookies cukup digemari masyarakat di segala usia. Industri pengolahan produk cookies juga telah menjamur karena respon pasar yang baik terhadap produk pangan tersebut. Produk cookies memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan jenis produk pangan yang lain. Umumnya, produk cookies mengandung kalori yang tinggi karena terbuat dari bahan utama tepung terigu yang tinggi karbohidrat. Produk cookies umumnya menggunakan sukrosa sebagai bahan pemanis. Sukrosa dapat digantikan dengan bahan pemanis lain seperti sorbitol yang mempunyai nilai kalori rendah sehingga produk cookies yang dihasilkan lebih aman untuk penderita penyakit diabetes. Pengolahan produk cookies rendah sukrosa tentunya harus dipersiapkan dengan baik. Fortifikasi nutrisi terhadap produk cookies menjadi salah satu upaya meningkatkan nilai produk tersebut. Beta-glucan adalah jenis zat gizi yang dapat difortifikasikan ke dalam produk cookies. Beta-glucan mempunyai sejumlah manfaat yang baik untuk tubuh manusia. Sehingga produk cookies yang dihasilkan nantinya akan berperan sebagai pangan fungsional. Pengolahan produk cookies terfortifikasi beta-glucan membutuhkan perlakuan yang tepat agar kandungan nutrisi yang ada tetap stabil serta dihasilkan produk dengan sifat fisik kimia dan sensoris yang baik. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui pengaruh fortifikasi beta-glucan pada karakteristik produk cookies, mengetahui pengaruh jenis gula terhadap karakteristik produk cookies.
Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat 1 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 32 disebutkan bahwa: “Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, dan sosial, dan atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa”. Dapat disimpulkan bahwa Negara memberikan jaminan sebenarnya kepada anak-anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak-anak normal lainnya dalam pendidikan. Hanya saja, jika ditinjau dari sudut pandang pendidikan, karena karakteristiknya yang berbeda dengan anak normal pada umumnya menyebabkan dalam proses pendidikannya mereka membutuhkan layanan pendekatan dan metode yang berbeda dengan pendekatan khusus. Selain itu, penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitia-penelitian pendidikan inklusi sebelumnya. Penelitian ini akan fokus mengkaji secara mendalam mengenai evaluasi pendidikan inklusi di SMP Hasanudin 10 Semarang, SMP N 20 Surakarta, dan SMP N 4 Mojosongo Boyolali dengan menggunakan metode kualitatif yang akan memperdalam kajian tentang evaluasi pendidikan inklusi beserta solusinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusi secara global. Sehingga pada akhirnya akan ditemukan upaya implementasi yang efektif dan efisien bagi sekolah penyelenggara pendidikan inklusi. Oleh karenanya penelitian ini menjadi sangat penting untuk dikaji. Penelitian ini juga dapat menjadi dasar penelitian lanjutan untuk meningkatkan kualitas implementasi di sekolah-sekolah penyelenggara pendidikan inklusi.
Kampung Tematik merupakan salah satu inovasi Pemerintah Kota Semarang untuk mengatasi permasalahan pemenuhan kebutuhan dasar utamanya pada peningkatan kualitas lingkungan rumah tinggal, prasarana dasar permukiman dan mengangkat potensi sosial - ekonomi masyarakat setempat (pemberdayaan). Pelibatan partisipasi masyarakat beserta lembaga–lembaga yang ada bertujuan untuk membangun trademark / karakteristik lingkungan melalui peningkatan / pengembangan potensi–potensi lokal yang dimiliki di wilayah tersebut. Di tahun 2017 ini, di Kecamatan Semarang Timur terdapat 3 kawasan kampung tematik, meliputi Kampung Batik (Kelurahan Rejomulyo), Kampung Lumpia (Kelurahan Kebon Agung), dan Kampung Tas Leduwi ( Kelurahan Sarirejo). Untuk mendukung keterlibatan berbagai pihak sekitar, maka dosen-dosen di Fakultas Teknik dan Informatika UPGRIS berupaya untuk dapat berpartisipasi melalui kegiatan pengabdian melalui pelaksanaan lomba “mural” untuk medukung kegiatan di kampung tematik tersebut. Lomba ini dipersiapkan dan dilakukan secara bersama antara Tim Pengabdian UPGRIS, Tim Kecamatan serta para Arsitek Masuk Kampung (AMK) yang dikoordinasikan oleh IAI Daerah Jawa Tengah. Dengan adanya kegiatan pada ketiga kampung tematik tersebut, maka masyarakat setempat akan dapat lebih menghargai keindahan dan penataan lingkungan, sehingga dari aspek keberlanjutan dan pemeliharaan lingkungan permukiman dapat lebih terjamin. Masyarakat setempat mengikuti dan memahami proses pembuatan “gambar dinding” yang rumit dan lama, serta dapat menikmati hasilnya dengan baik. Hasil-hasil mural yang masih terpampang di dinding lingkungan telah dapat menggambarkan potensi pada masing-masing kampung tematik, sehingga secara sekilas dapat menampilkan dan menggambarkan potensi yang ada di kampung tersebut. Hasil ini telah menjadi media komunikasi dan promosi yang indah dan menarik bagi pada warga dan wisatawan yang datang di masing-masing kampung.
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menstimulasi munculnya berbagai macam software yang dapat diterapkan pada bidang informasi, komunikasi, pendidikan, dan hiburan. Perkembangan ini juga mewarnai software teknologi animasi tiga dimensi atau biasa disebut 3D. Animasi 3D tidak hanya digunakan untuk dunia entertainment saja, namun juga bisa dimanfaatkan untuk media pendidikan, informasi dan media pengetahuan lainnya yang tidak dapat dijangkau secara real oleh kamera atau video (Gaffari A., 2009). Konferensi Pendidikan yang diadakan di Universitas Teknologi Nanyang, Singapura, pada 2003 menghasilkan rumusan, salah satunya adalah, bahwa Multimedia adalah cara terbaik dalam meningkatkan minat belajar dalam situasi tertentu, seperti pada saat murid memiliki motivasi belajar yang rendah. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat meraih peningkatan nilai setelah menggunakan media pembelajaran interaktif, berbasis multi media. (Hariyanto, 2013) Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Multimedia kota Semarang, sebagai wadah bagi guru Multimedia sekota Semarang, diketuai oleh Ardan Sirojudin, yang merupakan Guru SMK N 8 Semarang. Beliau sejatinya guru dengan latar belakang pendidikan kimia, namun karena usaha kerasnya dalam membuat media pembelajaran yang kreatif dan inovatif berbasis multimedia, menjadikannya sebagai guru berprestasi Tingkat Propinsi Jawa Tengah Tahun 2015. MGMP Multimedia (MM) kota semarang, beranggotakan 75 guru, dengan berbagai latar belakang pendidikan serta kemampuan di bidang animasi yang tidak sama. Hal inilah yang menjadi pemikiran untuk mengadakan pelatihan bagi MGMP MM untuk meningkatkan kemampuan anggotanya dalam membuat media pembelajaran berbasis animasi guna meningkatkan minat belajar dan prestasi siswanya. Berdasarkan uraian di atas, maka melalui progam Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang serta untuk meningkatkan pencitraan Progam Studi Pendidikan Teknologi Informasi sebagai salah satu institusi yang benar-benar memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajarannya serta pembinaan Sekolah Menengah, kami mengusulkan untuk melaksanakan pengabdian dengan judul “Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran berbasis Animasi Dengan Alice 3d World Bagi Guru-Guru MGMP Multimedia Kota Semarang”.
Login Dosen / Reviewer / Administrator

Keterangan :

  1. Untuk Dosen, Gunakan KODE DOSEN sebagai Username
  2. Untuk Reviewer, Gunakan KODE REVIEWER sebagai Username
  3. Jika sandi lupa, silahkan hubungi Administrator
Download File
File ini merupakan file bantuan bagi peneliti untuk menyusun penelitian denngan baik dan benar.
Download File
File ini merupakan file bantuan bagi peneliti untuk menyusun penelitian denngan baik dan benar.
Download File