Daftar Usulan Terakhir
Remaja merupakan aset bangsa untuk terciptanya generasi yang baik di masa mendatang. Masa remaja atau adolescent adalah waktu terjadinya perubahan perubahan yang berlangsungnya cepat dalam hal pertumbuhan fisik, kognitif, dan psikososial atau tingkah laku [1]. Dengan mengetahui status gizi remaja akan dapat merencanakan atau memperbaiki kondisi yang menyebabkan ketidak normalan status gizinya. Sistem yang akan dikembangkan untuk menentukan status gizi remaja menggunakan kaidah pengukuran IMT/ U (Index Massa Tubuh Menurut Umur) serta menggunakan metode Profile Maching berbasis aplikasi mobile dengan tujuan sistem dapat dapat membantu melakukan seleksi status gizi remaja sehingga sistem yang dikembangkan selain dapat digunakan untuk mengukur status gizi remaja juga dapat digunakan untuk kegiatan yang memerlukan pengambilan keputusan berkaitan dengan perangkingan status gizi remaja. Alat bantu perancangan sistem yang digunakan menggunakan UML (Unifield Modeling Languange) diantaranya use case diagram, activity diagram, squence diagram, class diagram dan diimplementasikan dengan aplikasi berbasis mobile menggunakan editor Andorid Studio. Hasil dari penelitian ini adalah prototype aplikasi sistem penilaian status gizi remaja berbasis mobile. Pengujian aplikasi menggunakan metode black bock dan white box.
Perubahan peradaban dan teknologi yang begitu cepat memerlukan strategi tepat agar anak mampu menjalani kehidupan secara efektif, diantaranya melalui mindful parenting. Mindful parenting atau dalam bahasa Indonesia dikatakan sebagai “mengasuh berkesadaran” merupakan pola asuh yang mampu mendengarkan dengan penuh perhatian, berbicara dengan penuh empati, pola asuh yang memiliki pemahaman dan penerimaan untuk tidak menghakimi, pola asuh yang dapat mengatur emosi atau memiliki kecerdasan emosional, pola asuh yang bijaksana dan tidak berlebihan, serta pola asuh yang memiliki welas asih menjadi dasar untuk mewujudkan kondisi ideal tersebut. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini secara umum, yaitu dihasilkannya modul pola asuh berkesadaran berdasarkan tahap perkembangan keluarga. Secara khusus tujuan yang akan dicapai terbagai dalam 3 (tiga) tahap dalam 3 (tiga) tahun dengan menggunakan metode Research and Development (R&D) Borg and Gall. Penelitian ini adalah tahun kedua dari rencana tiga tahun. Hasil penelitian tahap pertama menyimpulkan bahwa pada empat tahap perkembangan keluarga, mulai dari tahap kedua sampai tahap kelima telah menerapkan pola asuh berkesadaran. Penerapan lima aspek dalam pola asuh berkesadaran memberikan kontribusi positif bagi psikologis orang tua dan anak. Pada tahap kedua, menghasilkan kerangka modul pola asuh berkesadaran berdasarkan tahap perkembangan keluarga yang telah divalidasi oleh para ahli serta diujicobakan terbatas. Sedangkan pada tahap ketiga, dihasilkannya modul pola asuh berkesadaran berdasarkan tahap perkembangan keluarga yang telah teruji dan didesiminasikan. Metode pengumpulan data pada tahun kedua, menggunakan lembar validasi ahli dan angket yang dikenakan kepada responden; yaitu para orangtua yang menjadi subyek dalam penelitian ini. Sedangkan pada tahun ketiga, menggunakan angket untuk mengukur tingkat kepuasan responden terhadap modul yang telah dikembangkan
Listrik dalam kehidupan rumah tangga memiliki banyak manfaat namun juga memiliki resiko besar yang dapat membahayakan bagi pemakainya, apabila salah dalam penanganan dan penggunaannya. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang syarat-syarat sistem pemasangan instalasi listrik dan daya tahan penggunaan peralatan/perlengkapannya, serta instalasi listrik yang sudah terpasang lama pada rumah dan gedung, yang seharusnya memenuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku, dimana instalasi listrik yang sudah lama terpasang seharusnya dilakukan pegecekan ulang kelayakan instalasinya. Jika kelayakannya sudah tidak memenuhi persyaratan pakai harus diganti. Pengecekan kelayakan ini harus dilakukan oleh instansi yang ditunjuk minimal 10 tahun sekali, sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan dan kebakaran akibat instalasi listrik dapat dihindari. Pemasangan dan penambahan instalasi listrik dengan menggunakan perlengkapan-perlengkapan listrik yang tidak didasari pengetahuan tentang instalasi listrik dapat berbahaya apabila tidak dilakukan pemeliharaan serta pengamanan terhadap peralatan listrik tersebut. Tim Pengabdian masyarakat Universitas PGRI Semarang bermaksud memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang penggunaan listrik rumah tinggal yang aman. Selain itu juga diberikan pelatihan pemasangan instalasi listrik sesuai ketentuan PLN yang berlaku. Luaran yang diharapkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pemahaman warga terhadap instalasi listrik rumah tinggal sesuai dengan ketentuan PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik) PLN. Selain itu juga meningkatnya pemahaman warga dalam penggunaan listrik yang efisien dan aman dalam rumah tinggal, sehingga bahaya terjadinya kecelakaan dan kebakaran rumah tinggal akibat hubung singkat arus listrik dapat dihindari.
Desa Lerep merupakan Desa Wisata kategori potensial, sehingga perlu upaya upaya pembinaan dalam potensi masyarakat yang ada. Salah satu kegiatan home industri yang potensial dikembangkan di Desa Lerep adalah home industri gula aren, hal ini terlihat dari banyaknya sumber bahan baku yang belum dioptimalkan dalam pemanfaatannya. Sumber bahan baku gula aren yang banyak karena Desa Lerep merupakan daerah pegunungan sehingga pohon aren tumbuh dengan subur. Kelebihan gula aren yaitu mengandung sukrosa lebih tinggi (84%) dibandingkan gula tebu (20%) dan gula bit (17%), sedangkan kandungan gizinya, gula aren mengandung protein, lemak, kalium dan fosfor yang lebih tinggi dibandingkan dengan tebu dan gula bit. Permasalahan yang muncul antara lain pada aspek produksi meliputi aspek manajemen keuangan yaitu mengenai Pecatatan Laporan Laba Rugi pada Home Industri Gula Aren di Desa Lerep Kabupaten Semarang. Solusi yang ditawarkan bagi permasalahan yang muncul pada mitra antara lain perbaikan teknik manajemen keuangan Pecatatan Laporan Laba Rugi pada Home Industri Gula Aren di Desa Lerep Kabupaten Semarang .Pelaksanaan program PKM ini akan dilaksanakan dengan metode pendekatan partisipatif, artinya mitra binaan akan secara aktif dilibatkan dalam setiap tahapan dan kegiatan pembinaan yang akan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi dan praktik bersama yaitu:1) Observasi 2) Demonstrasi dalam teknik manajemen keuangan 3) Pelatihan tentang manajemen keuangan
Assasment Kinerja adalah alat bantu penilaian yang merupakan pencapaian yang akan diperoleh mahasiswa setelah memahami berbagai keterampilan yang dipelajari dan dilatihkan. Penilaian tersebut dapat memperhatikan aspek proses atau prosedur yang dilakukan dan atau aspek produk yang dihasilkan serta sikap yang muncul bersamaan dengan keterampilan untuk melakukan atau menghasilkan sesuatu. Penilaian kinerja dapat menggunakan tes tertulis, tes lisan, tes identifikasi, tes praktikum, daftar centang atau skala penilaian, laporan, atau portofolio. Asesmen kinerja tidak menggunakan kunci jawaban dalam menentukan skor, melainkan menggunakan pedoman penskoran berupa rubrik. Untuk menjamin reliabilitas, keadilan dan kebenaran penilaian maka perlu dikembangkan kriteria atau rubrik untuk pedoman menilai kinerja. Rubrik dapat disusun bersama dengan mahasiswa, sehingga jelas dasar yang dipakai untuk menilai.
Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah (1) memberi petunjuk arah ke tempat potensi wisata di desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kabupaten Pati, (2) pembangunan potensi wisata, (3) pemberdayaan masyarakat Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Permasalan mitra adalah (1) tidak ada bener petunjuk arah menuju ketempat Wisata Air Terjun Kebo Amuk (Tedunan) Dukuh Jonggol Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kab Pati, (2) masih kurang tempat untuk selfie di Air Terjun Kebo Amuk (Tedunan) Dukuh Jonggol Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kab Pati, (3) pembangunan jembatan cinta dari bambu untuk menyebrang di Air Terjun Kebo Amuk (Tedunan) Dukuh Jonggol Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kab Pati, (4) kurangnya pemberdayaan masyarakat dan pokdarwis Dukuh Jonggol Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Solusi yang ditawarkan dan target luaran dalam pengabdian ini adalah (1) pengadaan bener petunjuk arah menuju ketempat Wisata Air Terjun Kebo Amuk (Tedunan) Dukuh Jonggol Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kab Pati, (2) penambahan tempat untuk selfie di Air Terjun Kebo Amuk (Tedunan) Dukuh Jonggol Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kabupaten Pati, (3) pengadaan jembatan cinta dari bambu untuk menyebrang di Air Terjun Kebo Amuk (Tedunan) Dukuh Jonggol Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kab Pati, (4) pemberian sosialisasi pentingnya pemberdayaan masyarakat dan pokdarwis Dukuh Jonggol Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret dengan Mitra daro warga di Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Metode yang ditempuh adalah metode analisis penunjang wisata, metode analisis objek, metode analisis daya tarik wisata, mtode ceramah. Kata Kunci : PKM, desa wisata, upgris
Desa Mororejo memiliki 5 Pos PAUD, 4 TK, 5 SD/MI, 1 SMP dan 1 SMA. Dari jumlah anak usia dini yang terdapat di Mororejo terdapat permasalahan jumlah persebaran anak dengan jumlah Pos PAUD yang belum optimal, begitu pula untuk Sekolah Dasar (SD). Rendahnya kesadaran warga akan pentingnya pendidikan di Desa Mororejo mengakibatkan perkembangan kognitif dan psikomotorik anak yang lambat. Analisis situasi yang diuraikan diatas, maka dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan mitra antara lain: 1) Kurangnya kreatifitas kader pos PAUD untuk menciptakan alat-alat peraga edukatif yang kreatif dan inovatif, 2) Kurangnya Alat peraga edukatif untuk anak-anak yang mudah dan murah serta terjangkau bagi masyarakat. Dari masalah yang dialami mitra maka solusidan hasilnya antara lain: 1) Sosialisasi tentang Alat Peraga Edukatif Bagi Kader Pos PAUD, 2) Pelatihan pembuatan Alat Peraga Edukatif (APE). Pelatihan tersebut antara lain berupa: Pelatihan Alat Peraga Edukatif (APE). Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Edukatif (APE) dari barang bekas dapat dikembangkan oleh para peserta sebagai salah satu media pembelajaran yang inovatif
Permainan tradisional merupakan permainan yang sangat mudah ditemukan dan sangat mudah dimainkan karena bahan yang dipergunakan untuk membuat permainan tradisional sangat mudah ditemukan di sekeliling kita, misalnya permainan patil lele (benthik), gangsing (kekean), engkle, congklak, dan masih banyak lagi permaianan tradisional yang tidak mengeluarkan biaya sedikitpun, manfaat dari permaianan tersebut juga baik untuk kecerdasan dan skil pada anak usia dini. Permasalahan seperti ini menjadi lebih kompleks dengan tidak adanya larangan pemakaian smartphone oleh anak-anak di bawah umur dari orang tua. Hal ini menjadi kewajaran oleh banyaknya orang tua di era modernisasi saat ini. Oleh karena itu, pemikiran seperti ini menjadi sulit untuk diatasi. Program PKM ini akan bekerja sama dengan mitra yaitu Karang Taruna Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Dalam program ini, dosen dari UPGRIS akan memberikan materi kepada anak-anak setempat terkait dampak kecanduan smartphone, dilanjutkan oleh mahasiswa KKN UPGRIS untuk memberikan edukasi teknik pembuatan permainan tradisional.
Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para ibu PKK untuk memiliki pengetahuan mengenai manajemen usaha, kewirausahaan, pengemasan atau pembungkusan produk yang menarik banyak konsumen, pengetahuan tentang pemasaan secara online, pengetahuan tentang prosedur pengajuan ijin PiRT, dan keterampilan membuat olahan sate bandeng. Warga yang mayoritas memiliki usaha membuat olahan bandeng yang akan menjadi fokus Universitas PGRI Semarang dengan cara mengambil dua orang pada tiap-tiap keluarga dan memberinya pelatihan mengenai perluasan pemasaran, pengemasan produk yang menarik, industri kreatif, dan pendampingan pembuatan nomor PIRT. Program pengabdian di Kelurahan Kemijen untuk membina warga dengan diberi pendidikan kecakapan vokasional dan pemberdayaan diri serta perubahan pola pikir agar penghidupan mereka kelak dapat berubah ke arah yang lebih baik, baik dalam hal pendidikan dan pendapatannya. Dengan adanya program PKM ini dapat meningkatkan produktivitas mitra, seperti: ibu-ibu PKK memiliki pengetahuan mengenai manajemen usaha, meningkatnya pengetahuan tentang kewirausahaan, meningkatnya keterampilan tentang pengemasan atau pembungkusan produk yang menarik banyak konsumen, meningkatnya strategi-stratregi pemasaran produk yang luas melalui facebook, instagram, whats app, dan media sosial yang lainnya, dan adanya peningkatan pengetahuan tentang prosedur pengajuan ijin PiRT, dan meningkatnya keterampilan membuat olahan sate bandeng yang sehat dan nikmat.
Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan kurikulum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM berbasis qur’an pada Qur’anic School Kota Surakarta. Tujuan tersebut berangkat dari keinginan lembaga yang semula berada di jalur pendidikan formal dan selanjutnya berkehendak untuk menjalankan pendidikan di jalur non formal dengan jenis Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM agar peminatan pada pendalaman program-program khusus seperti tahfidzul qur’an, bahasa arab dan muatan pendidikan Islam dapat dikembangkan bagi peserta didik yang saat ini berada pada jenjang usia sekolah dasar. Pembentukan PKBM ini harus disertai dengan perencanaan kelengkapan lembaga, salah satunya adalah kurikulum. Penelitian ini hendak melakukan pengembangan kurikulum PKBM berbasis Qur’an. Dengan metode Reasearch and Development/RND, penelitian ini akan menghasilkan luaran berupa publikasi di jurnal ilmiah dan kurikulum PKBM Berbasis Qur’an.
Login Dosen / Reviewer / Administrator

Keterangan :

  1. Untuk Dosen, Gunakan KODE DOSEN sebagai Username
  2. Untuk Reviewer, Gunakan KODE REVIEWER sebagai Username
  3. Jika sandi lupa, silahkan hubungi Administrator
Download File
File ini merupakan file bantuan bagi peneliti untuk menyusun penelitian denngan baik dan benar.
Download File
File ini merupakan file bantuan bagi peneliti untuk menyusun penelitian denngan baik dan benar.
Download File